Minggu, 30 September 2012
Minggu, 23 September 2012
Visualisasi Burung Pemangsa Siang
Burung pemangsa siang
Kemampuan visual dari burung pemangsa yang legendaris, dan ketajaman penglihatan mereka disebapkan karena berbagai faktor. Burung pemangsamemiliki mata yang besar untuk ukuran mereka, 1,4 kali lebih besar dari rata-rata untuk burung dengan berat yang sama,[9] dan mata yang berbentuk tabung untuk menghasilkan gambar retina yang lebih besar. Retina memiliki sejumlah besar reseptor per milimeter persegi, yang menentukan tingkat ketajaman visual. Semakin banyak reseptor yang dimiliki binatang, semakin tinggi kemampuannya untuk membedakan objek individu dari kejauhan, terutama ketika sedang berburu, masing-masing reseptor biasanya melekat pada ganglion tunggal.[1] Banyak burung pemangsa yang memiliki foveadengan reseptor cahaya batang dan reseptor cahaya kerucut jauh lebih banyak dari fovea manusia (65.000 / mm² pada alap-alap amerika, 38.000 /mm² pada manusia) hal ini membuat burung-burung ini memiliki jarak pandang yang spektakuler jauhnya.[38]
Mata yang menghadap ke depan pada burung pemangsa memberikan penglihatan binokular, yang dibantu oleh fovea ganda.[2] Adaptasi pada burung pemangsa untuk mendapatkan resolusi visual yang optimum (seekor burung kestrel amerika dapat melihat serangga 2 mm dari atas pohon setinggi 18 m) memiliki kelemahan yakni penglihatannya menjadi sangat lemah di cahaya yang redup dan burung-burung tersebut harus bertengger di waktu malam.Burung pemangsa sering harus mengejar mangsa yang bergerak bawah bidang visual mereka, dan karena itu mereka tidak memiliki penyesuaian bidang miopia di bagian bawah seperti yang ditunjukkan oleh burung jenis lainnya. Burung pemakan bangkai seperti burung nasar tidak perlu visi yang tajam seperti itu, maka burung kondor hanya memiliki fovea tunggal dengan sekitar 35.000 reseptor/mm².
Burung pemangsa kurang memiliki tetesan minyak berwarna, di dalam sel fotoreseptor kerucutnya, dan mungkin memiliki persepsi warna menyerupai manusia, dan tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi cahaya terpolarisasi. Bulunya, umumnya berwarna coklat, abu-abu dan putih, dan mereka tidak memamerkan warna dalam mencari pasangan, hal ini menunjukkan bahwa warna relatif tidak penting untuk jenis burung ini.
Pada kebanyakan burung pemangsa matanya menonjol dan bulu memanjang di atas dan di depan mata. "Alis" ini membuat burung pemangsa memiliki tatapan yang khas. Tonjolan tersebut melindungi mata dari angin, debu, puing-puing, dan sebagai perisai dari cahaya silau yang berlebihan. Elang tiram tidak memiliki tonjolan ini, meskipun susunan bulu di atas mata berfungsi hampir sama, tetapi juga memiliki bulu gelap di depan mata yang mungkin berfungsi untuk mengurangi silau dari permukaan air ketika burung tersebut berburu untuk makanannya yakni ikan.[5]
Jumat, 14 September 2012
TEKA - TEKI HIDUP
Ada sang pembuat teka-teki dan ada sang penjawab teka-teki.
Terkadang ada slah satu pertanyaan yang kita jawab dengan benar sesuai dengan kenyataan yg ada,
tp sang pembuat teka-teki itu bilang jawaban kt salah,
tp satu pertanyaan yg kita jawab dengan asal,
malah sang pembuat teka-teki itu bilang jawaban kita benar.
Sama halnya dengan HIDUP..
terkadang kita melakukan sesuatu yg benar,sesuai dg etika,
tapi orang bilang kita salah
dan terkadang juga kita melakukan sesuatu hal yg salah, menyalahi etika,
malah orang bilang itu benar…
Begitulan hidup, smua terjadi atas kehendak-NYA,
tak ada seorangpun yang bs menentang semua itu, menghindari semua itu…
Langganan:
Postingan (Atom)